Sepi...
Sunyi...
Hening...
Senyap...
Pelukisan sepalung hati...
Dari amuk gaduh riuh seruang darahku enyah
Meninggalkan kunci tabir rahasia rasa selama gemuruh lalu ku hujat
Tak pinta ku buka tirai belenggu
Tapi gerak daya magis menyingkap tilai prasangka rahasia nyata
Segumpal daya mengumpul kebal
Semat harap jadikan tameng
Percuma!!!
Dari senyata pandang
Sesingkap tabir terhunus pedang
Seketika liat basah mengejang
Inikah akhir detik-detik denyut nadi
Matikah??
Rasaku sudah henti detak
Tidak!!!
Masih rasa setapak ku pijak lantai usang berderit
Masih sadarku ada
Meski tiada utuh sepenuh lingkar
Ruh ku setengah jasad
Akh...
Tak mematikan
Hanya mencipta lubang berbingkai kamboja
Sembul dalamnya harum cendana
Bukan amis darah hitam selusup
Meski bersangat sakit ciutkan tegar
Memerih jasadku ringkih
Masih ku simpul perahu ku poles madu
Dari lubang hujaman pedang
Tumbuh kembang tak bernama
Airmataku menyuburnya
Tak perih meski sekitar menganga lubang luka
Menebar wangi cendana berhias kamboja
Monday, November 23, 2009
Kembang Tak Bernama
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment