Malam: syahdu di luar lembar daun dirayu embun
Debu-debu di balik bilik pengap beterbangan
Lalu menanya pada setipis ari-ari di rahim ibu
Sudah berapa purnama terenggak anggur
Dari cawan-cawan ma'rifat dari kelepah-kelepah jiwa
Tidak hanya satu Tuhan yang menyulang anggur
Kecuali datang Hudzaifah Ibnu Yaman
Pada Utsman bin Affan dari perang pembebasan Armenia dan Azerbaijan
Tidak hanya satu Tuhan
Tapi banyak aku tuhan
Aku masih kikisi sesisa runyam
Karna ku yakin pada hakiki
Satu Tuhanku yang benar
Mereka meludah ke arahku
Ketika lantunku berhujah
ALLAHU AKBAR
Mereka sama halnya keledai tak kenali warna
Lalu bagaimana bisa,ia sebut
"aku tuhan kalian"
Keledai tetap keledai
~berlari_jingga~
Tuesday, November 17, 2009
Ma'rifat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment