Semerah menganga busungkan dada mayat mayat di kota tua
masih merah hujan ini memaku waktu di ujung malam melagu
memecah tanah gali ruh memendam keirian mayat mayat itu
hujan juga bawa tubuh berlari menerobos alam yg basah
mayat dalam tubuh menumbuh gemuruh bunga bangkai kelabu silammu
titik panjang deretan air paku paku ruang negriku
masih menganga mulut busuk mayat pemberontak kota tua meminum susu Tuhan
masih mengalir hujan darah para tiram bantai rakyat puji dosa terpaksa
mayatmu dan hujanku memasang dialog di akhir jaman.
~ syaair ~
Wednesday, November 18, 2009
RAH
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment