pada rambut yang tertinggal
di bawah pohon puisi impian impian itu pecah
wajahmu mengayun pelan pelan menuju pintu
memadamkan kata kata mengekalkan kepedihan
kekasih..
seperti api di altar pemujaan
seperti situs abiseka
kau bakar rumah kayu yang pernah mengemasi setaman cinta
apakah rindu ini masih jua limpas
setelah kau ciptakan rumah sendiri
dengan kayu sendiri
tanah lapang sendiri
dan lilin yang kau bawa dari rumah puisiku
menjelma langit
dengan bulan seadanya dan malam seadanya
kekasih..
jurang yang kau gali pada malam sesudah hujan
adalah timang tikam-mu sedarahnya?
adalah timbas simburmu sepasir
dan adalah remah kepasrahan serautnya?
;buat pencuri hati rumah puisi
~ maketopi ~
Friday, December 11, 2009
Lilin dari rumah puisi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment