seperti serentetan gerbong
candamu memenuhi setiap malam
sudah
hanya sepenggal
bukankah mawar malam itu cukup bagimu mengerti?
bahwa segumpal darah dalam jantung adalah rindumu
sudah
sepenggal saja
bangsat engkau nasib
bukankah sudah cukup aku mengerti?
Wednesday, March 31, 2010
sepenggal
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comments:
Sakino benar
Post a Comment