Sebuah nama yg dulu terukir
dalam dinding bilik kamar ini
menggapai kesyahduan
diantara nestapa
merana dalam bait
dan dia juga bertopeng kemesraan
kini dan sekarang
besok dan akan datang
dimana duniamu bukanlah maya
tp sandiwara dalam negeri yg tak berpenghuni
kau kejar dan kau gapai
selimut putih di pinggir danau itu
meski sedikit telah basah
namun panasnya surya mampu mengeringkannya
dan setelah lama kau kenakan
entah sesal ataupun iba
bagian dari selimutmu
tertinggal dalam bilikku
rasa itu tak berarti lagi
setelah kau tertutup dalam ragamu
hingga sukma itu jauh berkelana
mencari arah ketika gundah
hayalmu tak berhenti sesaat
dua pelukan kau satukan
bukan kemuraman tapi bersahaja
hakikat hati kaupun rindu
bisik dunia membuatmu bingung
pernyataan penjaga hati tak lagi kau jawabi
hingga ilalang menunjuk jelmaan rembulanmu
kini....
Meski sang mentari jauh tak berawan
setidaknya sinarnya tak pernah sampai padamu.....
~Devandria alexa~
Monday, November 16, 2009
Selimut Putih Jahitan Tuhan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment