aku sejumput nyali dari gemuruh pekat bumi
dari segumpal batu karang yang muncul ke samudera
aku tak berbakas di coretan batu cadas
yang menilai tajuk2 kenangan silam
aku serapah detak jantung musim semi
mengigau harap dari hayal sedu sedan
aku buih yang menepi
di semenanjung balkan pasir putih
tersapu sepoi angin darat sesekali kembali ke hampar biru
aku dentum dimensi silam
yang menghatur secuil sabda
dari bilik jantung ke serambi hati
bahwa dia pemudi misteri di jeram pembuluh hati
~arya_dwiipangga ~
Sunday, December 6, 2009
Pemudi (part 2)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment