Wahai perempuan bulu angsa,
ketika dingin malam menyelimut
kilau lembut bulumu
berpendar dibawah bulan,
Indah membias tari
di ujung senyummu.
wahai perempuan bulu angsa,
ketika terik surya menderik
terkekeh mengoyak bulu rapuhmu,
dengan terusik kau tutupinya dengan baja,
seolah menyibak rapuhmu.
Ketika tangismu
menimpa riak sungai
maka seluruh alam serukan nyanyiannya
agar elok tawa nergemuruh di dadamu.
Layaknya lagu,
adalah engkau tanpa lirik,
tak akan dimengerti
jika tak benar-benar difahami


0 comments:
Post a Comment